Sejarah Kamera dan Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa | Saint-D

Sejarah Kamera dan Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa

Kamera memegang peran penting dalam sejarah kehidupan manusia. Lewat kamera, sejarah bisa diketahui dengan lebih jelas, dibuktikan dengan keberadaan foto serta video. Hanya saja, dalam perjalanan sejarah kamera, teknologi yang digunakan terus mengalami peningkatan. Di zaman dulu, hanya ada foto hitam putih, saat ini keberadaannya tergantikan oleh foto digital yang penuh dengan beragam warna.

Di masa lalu, teknologi kamera begitu sederhana. Alih-alih menghasilkan foto dalam bentuk digital, para fotografer di masa lalu mengalami kesulitan besar dalam menemukan metode untuk mencetak foto. Namun, berkat penemuan-penemuan yang diperoleh secara bertahap, teknologi kamera menjadi lebih canggih.

Ingin tahu bagaimana perjalanan sejarah kamera mulai dari zaman dulu sampai sekarang? Berikut ini adalah penjabarannya.

Sejarah Kamera Pertama di Dunia Diawali Keberadaan Kamera Obscura

Kamera obscura menjadi kamera pertama dalam sejarah peradaban manusia. Kamera ini memiliki prinsip serta bentuk yang sederhana. Ibnu Al-Haytham yang juga disebut Alhazen (965-1039 M) merupakan penggagas dari desain kamera ini, tertulis dalam bukunya yang berjudul Al-Manazir (Book of Optics).
Sejarah Kamera Pertama di Dunia
Alhazen - Kamera Obscura
Alhazen mendesain kamera ini dengan memanfaatkan ruangan yang kemudian terdapat lubang pada salah satu dindingnya. Dari lubang tersebut, akan muncul proyeksi gambar yang ada di balik dinding dalam bentuk terbalik. Dari desain awal yang dibuat oleh Alhazen, para ilmuwan barat berusaha untuk membentuknya menjadi lebih ringkas.

Johann Zahn - Reflex box camera obscura

Upaya yang paling mencolok dilakukan oleh Johann Zahn yang berhasil membuat  obscura jadi lebih ringkas pada tahun 1685. Kamera obscura yang didesain oleh Zahn pun tak lagi berupa ruangan, melainkan kotak yang telah dilengkapi plat tambahan untuk membantu pengambilan gambar.

Kamera Daguerreotype Menjadi Penerus Kamera Obscura

Kamera Daguerreotype
Kamera Daguerrotype by Louis Daguerre
Sejarah kamera kemudian berlanjut dengan keberadaan kamera daguerrotype yang dibuat oleh Louis Daguerre di tahun 1837. Kamera ini memiliki proses fotografi yang lebih praktis. Hasil jepretan dari kamera ini yang berjudul Boulevard du Temple, disebut-sebut sebagai hasil foto terbaik pertama dunia.
Boulevard du Temple by Daguerre
Boulevard du Temple by Daguerre

Kamera Pelat Kering Collodion Menjadi Momen Pemakaian Kamera Tanpa Tripod

Kamera Pelat Kering Collodion
Kamera Pelat Kering Collodion
Pada tahun 1857, perkembangan sejarah kamera ditandai dengan adanya kamera plat kering Collodion yang diciptakan oleh Desire van Monchoven. Hanya saja, kamera ini memiliki kualitas yang tak terlalu bagus, dan pada 1871, Richard Leach Maddox memperbaharui kamera ini berkat penemuan emulsion gelatin. Hasilnya, kamera bisa mengambil gambar dengan lebih cepat. Hal ini berimbas pada keleluasaan pemakaiannya yang tak mengharuskan pemakaian tripod.

Sejarah Kamera Compact dan Penemuan Film Kamera

Perjalanan sejarah kamera kemudian diteruskan dengan ditemukannya film yang diawali oleh George Eastman yang merupakan sosok pendiri Kodak. Eastman memulai produksi kertas film pada 1885 menawarkan kamera pertamanya pada 1888 dengan nama Kodak. Kamera ini memiliki bentuk yang sederhana dilengkapi single shutter speed serta lensa fokus fixed.
Kamera Kodak 1888
Kamera Kodak 1888
Selanjutnya, kamera pun berkembang menjadi lebih ringkas, terutama dengan mulai banyaknya perusahaan yang memproduksi film 35 mm. Pemakaian film ini mulai dilakukan mulai rentang 1905 sampai 1913. Beberapa kamera dengan film 35 mm yang ada pada masa itu antara lain adalah Tourist Multiple serta Simplex.

Oskar Barnack yang menjadi pemrakarsa berdirinya Leica membuat kamera 35 mm pertamanya sekitar tahun 1913. Namun, produk Leica yang pertama kali dirilis ke pasaran adalah Leica I pada tahun 1925. Nama Leica pun kemudian menjadi pilihan kamera compact high end di masa itu.

Kamera TLR dan SLR

Setelah kemunculan Leica, perkembangan sejarah kamera mencatat bahwa pada rentang tahun yang sama juga mulai hadir kamera TLR (twin-lens reflex) dengan format medium. Kamera TLR menggunakan 2 lensa objektif. Kamera Franke & Heidecke Rolleiflex menjadi jenis kamera TLR pertama yang begitu praktis digunakan, diperkenalkan pada tahun 1928.
Kamera SLR 1949
Kamera SLR 1949
Selanjutnya, pada tahun 1933, muncul desain kamera serupa, yakni SLR (single-lens Reflex). Kamera SLR memiliki perbedaan dengan TLR karena hanya memakai 1 lensa objektif. Asahiflex dari Asahi Optical menjadi kamera SLR pertama dunia. Baru pada tahun 1950-an, muncul perusahaan kamera yang saat ini begitu populer, seperti Nikon, Canon, serta Yashica.

Kemunculan Kamera Instan

Polaroid Model 20 Swinger
Polaroid Model 20 Swinger
Polaroid menjadi menjadi perusahaan yang mengawali keberadaan kamera instan pertama dunia. Polaroid Model 95 yang diluncurkan pada tahun 1958 merupakan kamera instan pertama dunia. Lewat kamera ini, hasil jepretan kamera bisa langsung didapatkan. Polaroid pun menjadi begitu populer, bahkan Model 20 Swinger menjadi salah satu kamera terlaris sepanjang masa.

Kamera DSLR

Sejarah kamera DSLR diawali dengan pencapaian Williard S. Boyle dan George E. Smith yang menemukan sensor digital CCD (Charge-Couple Device) pada tahun 1969. Penemuan ini menjadi cikal bakal keberadaan kamera DSLR di pasaran. Kodak pada 1986, mengembangkan sensor CCD 1.3 MP yang dikenal sebagai sensor dengan resolusi 1 juta piksel pertama dunia. Kamera Canon F-1 menjadi kamera pertama dunia yang menggunakan sensor ini.

Selanjutnya, banyak bermunculan kamera DSLR yang menyaingi Canon di pasaran. Pada 1995, Nikon mengembangkan kamera Nikon E series bersama dengan Fujifilm. Selanjutnya, pada tahun 1999, perusahaan Jepang ini meluncurkan Nikon D1. Keberadaan kamera D1 membuat Nikon berhasil mengalahkan Kodak pada segmen kamera profesional untuk pertama kalinya.
Kamera Nikon E series
Kamera Nikon E series

Kamera Mirrorless dengan Ukuran Lebih Ringkas dan Kualitas Tinggi

Kamera DSLR sampai sekarang memang masih populer di pasaran. Namun, keberadaannya mulai tersaingi dengan kemunculan kamera mirrorless. Kamera ini sama-sama berbasis digital, tapi tanpa kehadiran fungsi kaca yang digunakan oleh kamera DSLR. Hasil jepretan dari kamera ini pun tak kalah bagus. Menariknya, ukuran dari kamera mirroless lebih mungil sehingga praktis untuk digunakan.

Menilik perjalanan sejarah kamera di atas, Anda bisa mengetahui upaya keras yang dilakukan oleh para peneliti di zaman dulu. Pencapaian mereka bisa dinikmati dengan mudah di zaman sekarang, dan tentunya harus dimanfaatkan secara positif, ya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel