Jembatan Gantung Situ Gunung: Lokasi, Rute, Harga Tiket & Fasilitas | Saint-D

Jembatan Gantung Situ Gunung: Lokasi, Rute, Harga Tiket & Fasilitas

Mungkin, berlibur dengan mengunjungi sebuah jembatan menjadi hal yang terdengar aneh dan tak biasa bagi sebagian besar orang. Namun, tidak jika lokasi yang dimaksud adalah wisata Jembatan Gantung Situ Gunung. Jembatan sepanjang 250 meter dengan tinggi 150 meter dan lebar 2 meter ini dibangun untuk menghubungkan area Situ Gunung dan Curug Sawer yang ada di kawasan wisata alam Situ Gunung yang berlokasi di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Wisata Jembatan Gantung Situ Gunung
photo by @nics_mindset
Dibangun atas kerja sama dari PT Fontis Aqua Vivam dengan Balai Besar TNGGP yang berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jembatan gantung ini dinobatkan sebagai jembatan gantung terpanjang se-Asia. Sebelum akhirnya dibuka untuk umum, tentu saja telah dilakukan berbagai uji keamanan dan keselamatan pada jembatan gantung ini. Adapun pihak penguji jembatan adalah Badan Litbang yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Situ Gunung Park Sukabumi

Jembatan Gantung Situ Gunung mampu menampung hingga 50 orang melintas. Dibangun di antara rimbunnya pepohonan, jembatan ini menggunakan material baja dengan kayu merbau asal Papua sebagai pijakannya. Demi memastikan keamanan para pengunjung, akan ada petugas yang ditempatkan pada masing-masing sisi jembatan sebagai pemandu para wisatawan yang akan melintasi jembatan.

Lokasi Wisata Jembatan Gantung Situ Gunung

Wisata Jembatan Gantung Situ Gunung berada di kompleks Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tepatnya di Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat.

Rute ke Wisata Jembatan Gantung Situ Gunung

Menggunakan kendaraan pribadi menjadi pilihan termudah untuk menuju ke destinasi wisata ini, karena belum ada transportasi umum yang bisa mengantar hingga ke lokasi. Namun, jika tidak memungkinkan untuk menggunakan kendaraan pribadi, berikut pilihan yang bisa menjadi alternatif:
  • Dari Jakarta, pilih rute kendaraan umum menuju ke Ciawi. Bukan berarti tidak ada transportasi ke Cisaat, kondisi jalanan yang macet membuat arah Ciawi adalah pilihan terbaik. Dari Ciawi, lanjutkan perjalanan menuju Cicurug dengan naik angkutan umum nomor 02, turunlah di Pasa Cicurug. Ganti transportasi dengan angkutan umum 07 hingga Pasar Cibadak, dan lanjutkan dengan angkutan umum 09 sampai Polsek Cisaat.
  • Jika menggunakan kereta, pilih Stasiun Bogor dan lanjutkan menuju Stasiun Paledang hingga sampai di Stasiun Cisaat dengan menggunakan kereta lokal tujuan Sukabumi. Lalu, lanjutkan perjalanan dengan naik ojek atau berjalan kaki ke Polsek Cisaat yang berjarak sekitar 10 kilometer dari stasiun.
Dari Polsek Cisaat, perjalanan masih sejauh sekitar 10 kilometer untuk sampai di kawasan wisata Jembatan Gantung Situ Gunung. Pilihlah kendaraan ojek, baik ojek konvensional atau ojek berbasis aplikasi. Namun, apabila perjalanan dilakukan lebih dari 5 orang, akan lebih baik menyewa angkutan umum untuk mengantar hingga ke lokasi dan menjemput kembali.

Harga Tiket dan Parkir Wisata Jembatan Gantung Situ Gunung

Harga tiket untuk memasuki jembatan gantung ini adalah sebesar Rp50.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk pengunjung anak-anak. Sementara itu, biaya parkir untuk setiap kendaraan bermotor roda dua adalah sebesar Rp3.000, dan untuk mobil akan dikenai biaya parkir sebesar Rp5.000.

Fasilitas dan Aktivitas di Jembatan Gantung Situ Gunung

Di kawasan wisata Jembatan Gantung Situ Gunung, fasilitas yang tersedia terbilang lengkap. Telah ada lahan parkir yang cukup luas untuk menampung pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, toilet, dan warung yang menjajakan makanan ringan. Sementara itu, pastikan untuk melakukan kegiatan berikut kala berada di lokasi:

Menjajal Wahana Seru di Area Wisata

Sesampainya di pintu masuk lokasi, pengunjung masih harus menempuh perjalanan selama 15 menit berjalan kaki untuk menuju ke jembatan gantung. Nantinya, akan ada petugas yang menyediakan minuman gratis untuk para pengunjung, tepatnya setengah perjalanan menuju lokasi. Ada pula pondokan yang menawarkan berbagai menu, yaitu DeBotram Gede Pangrango.

Selain menikmati pemandangan alam yang begitu memukau dan berfoto dari atas jembatan, jangan lupa untuk menjajal berbagai wahana yang ditawarkan. Di sini, pengunjung bisa mencoba menguji nyali dengan naik flyingfox, atau berkeliling danau dengan perahu sampan.  Setiap wahana akan dikenai biaya tambahan, tetapi biaya ini masih terbilang sangat terjangkau.

Berkemah di Area Camping Ground

Selain fasilitas perahu sampan dan flyingfox, pengunjung juga bisa berkemah di area camping ground yang telah disediakan. Biaya untuk menyewa lahan perkemahan ini adalah sebesar Rp32.500 setiap orang dengan tiket utama seharga Rp18.500 untuk setiap pengunjung. Pasti rasanya sangat menyenangkan bisa berkemah langsung di destinasi dengan pemandangan alamnya yang sangat memukau ini. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya bawalah peralatan berkemah sendiri. Mungkin, akan ada biaya sewa tenda jika memang pengelola menyediakan fasilitas ini.

Berkunjung ke Curug Sawer

Setelah menyeberangi jembatan gantung, lanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Curug Sawer. Destinasi ini berjarak kira-kira 30 menit berjalan kaki. Meski akses jalannya sudah terbilang bagus, pengunjung tetap harus berhati-hati, karena ada beberapa bagian yang masih terjal dan licin. Air terjun setinggi 35 meter ini menghasilkan debit air yang cukup deras. Udaranya juga sangat sejuk khas pegunungan. Di sekitar lokasi, angin mungkin bertiup cukup besar dengan membawa bulir air sebagai dampak dari ketinggian air terjun. Jangan lupa untuk mengabadikan keindahan air terjun ini, ya.

Nah, itu tadi ulasan seputar wisata Jembatan Gantung Situ Gunung yang menjadi jembatan gantung paling panjang se-Asia. Pasti sangat memacu adrenalin saat melaluinya, terlebih dengan ketinggian jembatan dan ayunannya kala dipijak oleh beberapa pengunjung lainnya. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel