Pengertian dan Tips Candid Photography | Saint-D

Pengertian dan Tips Candid Photography

Karya candid photography nampak natural dan memberikan kepuasan tersendiri. Oleh karena bisa mengabadikan ekspresi atau momen dengan tepat dengan memikat. Nah, apa pengertian candid photography?

Apa Pengertian Candid Photography?

Pengertian Candid Photography
Teknik fotografi ini memanfaatkan makhluk hidup sebagai objek bidikan kameranya, seperti manusia dan hewan. Aktivitas ini dilakukan secara diam-diam, sehingga objek foto tidak menyadari kalau sedang menjadi target kamera. Cara pengambilan gambar ini bisa diaplikasikan di berbagai macam acara, seperti pesta pernikahan, wisuda, pertandingan olahraga dan lain sebagainya.

Agar bisa menciptakan karya foto yang unik dan menarik, maka seorang candid fotografer harus memahami sejumlah aspek penting. Setidaknya ada dua aspek yang wajib diketahui. Pertama adalah fotografer harus bisa menemukan momen tepat. supaya hasil karya fotonya benar-benar menampilkan eksan yang bagus dan berkualitas. Sebagai contoh foto orang yang tersenyum, tertawa, sedih dan sebagainya tanpa direkayasa.

Nah, untuk aspek yang kedua adalah orang yang menjadi objek foto tidak boleh tahu, kalau sedang menjadi target foto. Untuk itu, agar tidak ketinggalan momen menarik untuk menjadi bidikan kamera, seorang candid fotografer harus bersiaga. Sehingga bisa menangkap setiap peristiwa yang unik untuk diabadikan, dan tak terulang lagi.

Tips Saat Melakukan Candid Photography

Mengabadikan momen langka pastinya tidak mudah. Oleh karena itu, butuh tips khusus agar bisa menciptakan karya fotografi candid berkualitas. Nah, apa saja yang seharusnya dipahami?
  1. Tidak perlu memakai flash. Meskipun kondisinya miskin cahaya, tetap menghindari penggunaan flash. Sebab bisa membuat objek foto mengetahui keberadaan dan aktivitas fotografer. Sebagai penggantinya bisa meningkatkan ISO dan melebarkan aperture-nya. 
  2. Harus sabar. Agar bisa menghasilkan foto candid yang bagus, maka fotografer harus ekstra sabar. Tujuannya agar bisa menangkap momen terbaik dari objek foto, seperti ketika menatap ke arah anda, tersenyum lebar dan sebagainya.
  3. Pakai lensa tele. Tujuannya agar kehadiran fotografer tidak diketahui oleh target bidikan kamera. Posisi yang jauh tetap bisa mendapatkan hasil foto berkualitas, bahkan foto close up sebab menggunakan lensa tele.
  4. Jangan lupakan konteks. Supaya hasil fotonya lebih menarik dan memiliki cerita tersendiri, maka harus menambahkan konteksnya. Agar fotonya tidak terasa datar atau biasa-biasa saja. Caranya bisa dengan memposisikan objek di bagian kanan atau kiri frame. Tujuannya untuk menampilkan lokasi keberadaan mereka atau aktivitas yang tengah dilakukan.
  5. Selalu sigap menangkap momen terbaik. Fotografer harus memiliki insting yang kuat atas segala pergerakan target fotonya. Dengan begitu, bisa lebih sigap dalam menangkap setiap momen yang dianggap istimewa. Sehingga bisa memberikan cerita menarik dan terlihat sangat natural.
  6. Bergerak cepat untuk dapatkan angle yang tepat. Fotografer tidak bisa berkomunikasi dengan objek foto, layaknya saat melakukan pemotretan di studio foto. Oleh karena itu, anda harus bisa mengikuti pergerakan mereka. Supaya bisa juga menangkap momen istimewa dari sudut pandang yang lebih menarik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel