Pengertian Principal Photography Dan Cara Melakukannya | Saint-D

Pengertian Principal Photography Dan Cara Melakukannya

Pengertian principal photography atau yang disebut pengambilan gambar utama merupakan teknik pengambilan gambar dengan cara menjalankan kamera. Principal photography biasanya digunakan dalam proses pembuatan film. Dalam sebuah film itu sendiri principal photography dapat dijadikan sebagai fase produksi film yang paling mahal. Dikarenakan dibutuhkan banyak dana untuk semua yang terlibat dan biaya penunjang lain seperti tambahan property atau efek di lapangan.

Pengertian Principal Photography

Sesuai dengan pengertian principal photography yang berarti proses tidak serta merta langsung selesai, namun membutuhkan ulasan lebih lanjut. Saat pasca produksi, dapat terjadi kemungkinan akan ada beberapa gambar yang diambil, hilang, atau tidak lengkap. Yang kemudian akan ada permintaan untuk melanjutkan selesainya film.

Untuk menghasilkan principal photography yang apik tentulah dibutuhkan tenaga ahli yaitu director of photography atau DOP. Jika kebanyakan orang menganggap bahwa DOP adalah kameramen, memang hal tersebut benar dilakukan oleh DOP. Tetapi DOP atau dikenal juga sebagai sinematografer memiliki peran yang sangat penting lebih dari sekedar kameramen. Berdasarkan pengertian principal photography, seorang sinematografer sangat berperan penting dalam produksi suatu film, sinematografer memiliki peran untuk mengatur cahaya dan kamera saat merekam suatu gambar fotografis untuk sinema.

Sinematografer adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk dipercaya atas seluruh aspek visual dalam proses pembuatan suatu film dan principal photography. Sinematografer atau DOP harus menyusun semua daftar perangkat yang dibutuhkan untuk kamera seperti tata kamera, tata lampu, lensa kamera, filter, dan jenis film.

Seorang sinematografer tidak bekerja sendirian, melainkan dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari:

1. 1st Camera Assistant

Tugasnya adalah mendampingi dan juga membantu seluruh kebutuhan dalam shooting seperti melakukan pengecekan alat-alat sampai dengan mempersiapkan suatu shot.

2. Focus Puller

Tugasnya adalah membantu seorang sinematografer untuk memutar focus pada ring di lensa. Sehingga dapat membuat subjek atau gambar yang diikuti oleh kamera terus dalam keadaan fokus atau area fokus.

3. Camera Boy

Adalah seorang asisten kamera yang memiliki tugas untuk membawa kamera atau perlengkapan kamera lainnya, dan juga mempersiapkan seluruh keperluan kamera seperti tripod, dan memasang tripod pada kamera.

4. Grip

Grip adalah seorang yang harus memastikan letak kamera sesuai dengan apa yang diinginkan oleh DOP mulai dari letak level, atau tinggi dan rendahnya. Grip juga yang mengatur perpindahan terhadap kamera, menyiapkan dolly track, dan lain sebagainya.

5. Gaffer

Disebut juga dengan kepala departemen pencahayaan. Bersama dengan DOP, gaffer mendiskusikan warna, gaya tata cahaya, dan jenis cahaya yang dibutuhkan dalam sebuah sinema.

6. Lighting Man

Adalah orang yang bekerja dalam departemen pencahayaan untuk menata cahaya atau lampu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh gaffer dan keinginan DOP.

Hubungan sinematografer dengan sutradara dan skenario haruslah berirama sehingga berjalan sesuai dengan visi yang ditentukan. Sinema adalah karya yang memiliki cerita, sehingga semua informasi visual dapat disampaikan pada penonton sesuai dengan yang diinginkan atau visi dari sutradara dan skenario.
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel