Perkawinan antara Musik dan Teknologi: Sejarah DJ dan Perkembangannya | Saint-D

Perkawinan antara Musik dan Teknologi: Sejarah DJ dan Perkembangannya

Istilah DJ sudah ada sejak tahun 1935 saat radio sudah digunakan luas sebagai sarana komunikasi. DJ sendiri adalah kepanjangan dari “Disc Jockey” yang dapat diartikan sebagai orang yang mengendalikan piringan, karena pada saat itu musik masih dimainkan dari piringan hitam.

Sejarah DJ

Sebutan DJ sendiri pertama dilontarkan oleh Walter Winchell kepada Martin Block, seorang penyiar radio. Sejak saat itu, istilah DJ digunakan untuk penyiar radio dan pemutar lagu di acara tertentu.

Peran DJ dalam Dunia Musik

Awalnya, seorang DJ memutar satu lagu dan menyambungkannya dengan lagu lain menggunakan teknik yang membuat seolah-olah lagu bersambung. Tidak jarang, DJ berbicara kepada pendengar pada sela transisi lagu untuk membuat suasana hidup, atau untuk menggugah ketertarikan pendengar.

Peran penting DJ dalam dunia musik semakin ditancapkan dengan lahirnya aliran musik hip hop. Persona DJ mulai bermunculan dengan nama panggung yang unik. Setiap DJ terkenal akan gaya bermain dan selera musiknya sendiri. Sejauh ini, kata “DJ” digunakan untuk pemutar lagu di radio dan klub.

DJ dan Disko Pertama

Beranjak dari era radio, keberadaan DJ merambah ke pesta dan acara dansa. Jika sebelumnya pesta dansa selalu menggunakan band secara live, adanya DJ mengubah budaya tersebut. Pada tahun 1947, sebuah klub dansa bernama Whiskey á Go-Go pertama kali dibuka di Prancis dan memunculkan istilah “diskotek” pertama kali. Tentu saja, kata “disko” merujuk pada piringan yang digunakan untuk memutar musik.

Jangan bayangkan klub DJ dengan lampu disko yang silau dan dentuman lagu yang cepat, saat itu lagu yang dimainkan adalah jazz dan anak muda menikmati kenyamanan berinteraksi di dalam area klub yang tertutup.

Perkembangan DJ dalam Hip Hop dan Musik Lainnya

Sebagai musik yang tumbuh dari jalanan, hip hop menjadi sarana penting untuk para DJ autodidak untuk berkreativitas. DJ Kool Herc, adalah salah satu DJ legendaris hip hop yang menemukan teknik back and forth yaitu memainkan dua piringan yang sama untuk menciptakan sebuah loop atau putaran ritme yang sama secara terus menerus.

Di waktu yang sama di Jamaika, musik yang dihasilkan oleh seorang DJ juga terus berkembang. Mereka menyebutnya “deejaying” yaitu memutar musik sambil melontarkan rap atau kata-kata semangat bagi pendengarnya. Dapat dikatakan, hip hop adalah salah satu genre musik pertama yang menggabungkan teknik DJ dan rap dan mengembangkan teknik mixing, scratching, looping, dan beat drop.

Dari teknik tersebut, mulai bermunculan pula aliran musik lain seperti techno, synth-pop, EDM, electro, dan house. Banyak DJ meluncurkan album remix yang berisi campuran lagu dengan ciri khas teknik mixing mereka.

Alat yang Digunakan dalam Permainan DJ

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, permainan dalam memutar lagu ini menjadi semakin kreatif. Misalnya saja, teknik scratching baru berkembang pesat saat ditemukannya alat baru oleh Shuichi Obata dari Panasonic. Alat ini memungkinkan piringan dimainkan di atas putaran tanpa menggunakan sabuk pemutar. DJ bisa lebih lincah dalam mengganti, menggesek, dan menghentikan piringan. Teknik baru ini sering juga disebut sebagai turntablism dalam dunia DJ.

Berikut ini adalah alat penting yang biasa digunakan oleh para DJ untuk bermain musik:

Turntable

Turntable adalah versi modern dari gramofon. Alat pemutar piringan lagu awalnya menggunakan sebuah sabuk yang menghubungkan motor dengan poros untuk memutar piringan. pada tahun 1969, Panasonic (dulu bernama Matsushita) merilis SP-10 yang merupakan turntable pertama yang bekerja tanpa sabuk.

Teknologi turntable berkembang saat Technic meluncurkan inovasi SL-1200 yang memiliki putaran tinggi dan stabil. Hal ini merupakan kabar baik bagi dunia DJ karena teknologi baru ini bisa menghasilkan musik yang lebih stabil; meskipun piringan digesek atau diputar ke belakang untuk menciptakan efek back and forth.

DJ Mixer

Alat mixer biasa diletakkan di tengah dua turntable sebagai pencampur lagu. Sebuah alat mixer sederhana memiliki dua kanal untuk track atau lagu yang berbeda. Namun, di set yang lebih besar, kanal bisa mencapai 12 hingga 72 buah. Sebagian tipe alat mixer memiliki unit efek yang bisa melakukan teknik fading atau crossfading pada transisi lagu.

DJ Controller

Seiring berkembangnya teknologi, permainan DJ kini melibatkan sistem komputer. Nah, alih-alih menggunakan perangkat komputer lengkap di atas meja DJ, mereka menggunakan controller yang bisa menggabungkan suara digital dari turntable, mixer, dan soundcard.

Mikrofon

Selain sebagai pemutar lagu, DJ juga berperan sebagai pembangkit suasana. Dengan adanya mikrofon, DJ bisa mengangkat semangat pendengar dan juga melakukan rap sesekali pada aliran musik hip hop.

Monitor

Monitor merupakan pengeras suara yang kecil dan mengarah ke DJ. Fungsinya adalah agar DJ tahu suara seperti apa yang dihasilkannya. Namun, untuk hasil yang lebih teliti, sering kali DJ menggunakan headphones untuk mengontrol suara dari permainannya.

Saat ini, permainan DJ identik dengan peralatan yang cukup mahal. Padahal, sudah ada beberapa software atau perangkat lunak komputer gratis yang bisa digunakan pemula. Yang terpenting, calon DJ harus terus mengasah kepekaannya dalam mendengarkan seluruh elemen lagu untuk menciptakan remix yang apik.

Teknik Dasar DJ

Untuk menjadi seorang DJ profesional, banyak hal yang perlu dipelajari seperti cara penggunaan alat-alat, sensitivitas terhadap ketukan musik, selera musik yang sesuai, hingga teknik permainan improvisasi. Dalam dunia DJ, terdapat beberapa teknik dasar seperti berikut:

Cueing

Ini adalah teknik menentukan awal mula lagu. Biasanya, intro lagu sedikit panjang dan DJ harus memutuskan di mana ia harus memasukkan melodi atau lagu lain untuk memulai mixing.

Mixing

Pencampuran dua lagu atau lebih dalam permainan DJ tidak bisa dilakukan secara asal. Kualitas suara harus sama dan ketukan harus serasi. Hal ini bisa dipelajari dengan menyeimbangkan equalizer saat memainkan kedua lagu.

Beat Matching

Selain menyamakan kualitas suara, DJ juga harus mahir menyamakan ketukan. Meskipun berbeda genre dan nuansa, biasanya beberapa lagu memiliki ketukan yang mirip. Nah, di sinilah keahlian DJ berperan untuk melakukan transisi yang mulus antar satu lagu dengan lainnya.

Looping

Looping adalah teknik untuk mencampur dua lagu yang serasi sehingga terdengar seperti satu lagi. Fungsinya bisa untuk menjadi latar belakang suara atau untuk mengulur waktu sebelum masuk intro atau cueing lagu.

Cutting

Terkadang, DJ hanya mengambil bagian-bagian dari lagu untuk dicampur dengan melodi lain. Teknik cutting yang baik akan membuat keseluruhan remix terdengar harmonis. Kalau tidak menguasai teknik ini, lagu yang dipotong akan terdengar seperti terhenti di tengah jalan.

Dengan semakin kayanya aliran musik saat ini, DJ menjadi satu sarana untuk berkreativitas menggunakan teknologi. Bahkan, DJ sekarang sudah menjadi sebuah profesi bagi banyak orang. Dengan cakupan aliran musik yang luas, keahlian DJ merupakan satu aliran tersendiri yang menambah warna pada dunia musik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel