Candi Pawon: Lokasi, Rute, Harga Tiket & Fasilitas | Saint-D

Candi Pawon: Lokasi, Rute, Harga Tiket & Fasilitas

Destinasi wisata Candi Pawon merupakan bangunan peninggalan Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Meskipun ukurannya kecil jika dibandingkan dengan Candi Borobudur, candi ini tak kalah memesona. Pasalnya, candi yang berada di tengah permukiman warga ini memiliki desain arsitektur yang unik dan kisah yang menarik.

Mengenal Destinasi Wisata Candi Pawon Lebih Dekat

Wisata Candi Pawon
Candi yang memiliki bentuk persegi empat dengan atap bertingkat ini memiliki sebuah lubang angin di bagian dinding. Konon, lubang angin inilah yang menjadi dasar penamaan Candi Pawon.

Menurut Johannes GijsbertusdeCasparis, seorang filolog asal Belanda, kata “pawon” berasal dari kata “awu” (Bahasa Jawa) yang mendapat awalan “pa” dan akhiran “an” sehingga memiliki arti perabuan. Versi lain menyebutkan bahwa kata “pawon” merujuk pada tempat pembakaran atau tempat pembuangan sampah. Sementara arti “pawon” dalam Bahasa Jawa artinya tempat memasak atau dapur.

Terlepas dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penamaan candi berasal dari adanya proses pembakaran yang kemungkinan besar berasal dari lubang pembakaran. Dengan kata lain, lubang tersebut berfungsi sebagai ventilasi.

Nama Lain Candi Pawon

Candi yang juga dikenal dengan nama CandiBajralanan ini merupakan bangunan yang digunakan untuk pemujaan pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, saat Dinasti Syailendra masih berkuasa. Bajranalan berasal dari dua kata, yakni “vajra” yang dalam Bahasa Sanskerta artinya halilintar dan “anala” yang berarti api.

Pemberian nama tersebut tidak lepas dari keyakinan penduduk setempat, termasuk peneliti yang percaya bahwa candi ini dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata Dewa Indra, Vajranala. Sesuai dengan cerita yang berasal dari mitologi India.

Struktur Bangunan Candi

Destinasi wisata Candi Pawon ini dibangun menggunakan batuan andesit bentuk segi empat dengan corak bangunan Hindu Jawa yang dipadukan dengan seni India. Hal ini tampak dari bentuk tubuh candi yang lebih ramping, berbeda dari candi bercorak Buddha pada umumnya.

Kendati demikian, jika dilihat dari relief, terdapat kesamaan pahatan dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Bahkan, ahli epigrafi menyebut bahwa lokasi ini merupakan tempat penyimpanan abu Samaragrawira, raja pertama Wangsa Syailendra. Hal ini diperkuat dengan adanya lubang angin yang terdapat pada bagian candi.

Bangunan yang mengarah ke sisi barat ini terbagi ke dalam tiga bagian, yakni kaki berupa batur, tubuh, dan atap. Di bagian dinding terdapat pahatan khas corak Buddha. Sementara di bagian anak tangga terdapat hiasan berupa Makara, relief kepala naga di bagian tangga, dan pahatan Kali di ambang pintu masuk candi.

Berbeda dengan candi bercorak Buddha lainnya, di candi ini tidak terdapat relief berupa kisah, melainkan berupa simbol. Di bagian luar candi terdapat sejumlah pahatan pohon kalpataru yang diapit pundi-pundi dan makhluk KinaraKinari. Kinara dan Kinari merupakan makhluk dengan kepala manusia dan tubuh layaknya burung.

Di bagian depan, tampak pahatan Kuwera dalam posisi tegak. Di antara kedua lubang ventilasi terdapat pahatan kumuda. Di sebelah kiri Kalamakara terdapat ukiran bertuliskan 1904 yang menunjukkan tahun perbaikan candi. Di masing-masing sisi atap candi terdapat stupa kecil dan stupa utama di puncak atap layaknya candi khas Buddha.

Lokasi Candi Pawon

Lokasi candi ini sangat mudah ditemukan lantaran masih berada dalam satu garis lurus dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur. Candi Pawon terletak di antara keduanya, sekitar 2 kilometer arah timur laut dari Candi Borobudur dan 1 kilometer arah barat dari Candi Mendut. Secara geografis candi ini terletak di DusunBrojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Rute Menuju Candi Pawon

Jika Anda berasal dari luar kota dan hendak mengunjungi candi ini dari Kota Yogyakarta, ambil Jalan Mataram dan Jalan Pangeran Diponegoro ke arah Jalan Magelang – Yogyakarta hingga sampai di bundaran, ambil jalan keluar ke-2 menuju Jalan Magelang – Yogyakarta, melewati Viar Kharisma Motor Mlati. Tetaplah di Jalan Moh. Yusuf hingga memasuki Dusun 1. Ketika memasuki kawasan ini, pastikan untuk melihat papan petunjuk warna cokelat. Anda pun sampai di tujuan.

Bagi Anda yang berasal dari arah timur, seperti Kota Boyolali atau Temanggung, tersedia angkutan umum yang siap mengantarkan Anda ke tempat tujuan. Namun, waktu tempuh yang dibutuhkan lebih lama dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi yang hanya memakan waktu sekitar 70 menit saja dari pusat Kota Yogyakarta.

Harga Tiket dan Parkir Candi Pawon

Harga tiket masuk Candi Pawon tergolong murah, sekitar Rp10.000,00 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp20.000,00 per orang untuk wisatawan asing. Sementara tiket parkir untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya sebesar Rp2.000,00 dan Rp5.000,00 untuk kendaraan roda empat.

Fasilitas dan Aktivitas Candi

Selama berada di kawasan ini, Anda dapat menikmati keindahan panorama alam di sekitar candi, bersepeda, hingga berbelanja di toko suvenir. Tak hanya itu saja, tempat wisata ini pun menawarkan sejumlah spot fotoinstagrammable. Kawasan candi yang ditumbuhi rumput hijau menjadi spot favorit wisatawan untuk swafoto. Bagi pencinta fotografi landscape, Anda tak boleh melewatkan kesempatan untuk menjepret bangunan bersejarah ini dari segala sudut. Dijamin hasilnya sangat bagus dan berseni tinggi.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, tersedia fasilitas yang cukup baik, meskipun belum begitu lengkap. Terdapat area parkir yang cukup luas, toilet, dan sejumlah warung makanan dan minuman yang dikelola oleh warga sekitar. Selain lezat, harganya pun terjangkau.

Demikianlah informasi mengenai Candi Pawon lengkap dengan lokasi, rute, harga tiket, dan fasilitas yang tersedia. Bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu liburan lebih bermanfaat, jangan ragu untuk menjadikan destinasi wisata Candi Pawon sebagai tujuan. Selamat berlibur!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel