Candi Borobudur: Lokasi, Rute, Harga Tiket & Fasilitas

Candi Borobudur: Lokasi, Rute, Harga Tiket & Fasilitas

Sejak tahun 2007 lalu, Candi Borobudur tidak lagi menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia. Peninggalan Buddha terbesar yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra ini pada akhirnya harus kalah dari berbagai mahakarya kuno dari berbagai negara lainnya. Meski begitu, gaung bangunan suci yang digunakan sebagai tempat pemujaan sekaligus ziarah Buddha ini sudah terdengar hingga berbagai penjuru dunia.

Wisata Candi Borobudur

Asal Nama Borobudur

Anda tak mungkin asing dengan wisata Candi Borobudur. Namun, tahukah Anda asal muasal nama monumen yang begitu masyhur ini?

Sesungguhnya, tidak ada kejelasan yang benar-benar memaparkan asal usul nama Borobudur. Kali pertama nama ini muncul adalah dalam buku karya Sir Thomas Raffles yang berjudul Sejarah Pulau Jawa (The History of Java) dan diterbitkan pada tahun 1817. Gubernur-Letnan Hindia Belanda terbesar sekaligus pendiri kota dan negara Singapura tersebut membubuhkan tulisan tentang monumen Bore-budur yang berhasil ditemukan pasukan Inggris pada tahun 1814.

Nama Bore-budur sendiri merujuk pada sebuah nama desa yang berada di sekitar candi, yakni Desa Bore. Pasalnya, kala itu, penamaan candi acap kali dilakukan berdasarkan desa yang menjadi lokasi bangunan bersejarah tersebut. Sementara itu, kata budur memiliki dua anggapan yang berbeda. Pertama, kata tersebut kemungkinan digunakan Sir Thomas Raffles yang bersumber dari kata buda yang dalam Bahasa Jawa berarti purba. Adapun anggapan lain dari arkeolog menyebutkan bahwa budur berasal dari istilah bhudhara yang mempunyai makna gunung.

Selebihnya, tidak ada lagi sumber lebih valid yang dengan jelas menyatakan histori nama Candi Borobudur. Kalaupun ada dokumen lebih tua yang bisa dianggap memberi petunjuk, Narakertagama karya Mpu Prapanca mungkin jawabannya. Dalam kitab yang ditulis pada tahun 1365 tersebut, ada petunjuk mengenai keberadaan bangunan suci Buddha meski tidak disebutkan secara detail bangunan apa yang dimaksud.

Dibangun Sebagai Petunjuk Hidup

Menurut catatan, candi yang berada di kawasan Magelang, Jawa Tengah ini berisi petunjuk hidup sesuai ajaran Buddha. Secara garis besar, pedoman hidup yang dimaksud adalah ajaran agar manusia menjauhkan diri dari segala godaan dan nafsu dunia demi menuju pencerahan dan kebijaksanaan.

Hingga hari ini, pembangunan Candi Borobudur masih menjadi sebuah misteri. Lantaran tidak ada bukti tertulis yang jelas mengenai pendirian candi ini, peneliti pun hanya bisa memperkirakan bahwa Borobudur dibangun dalam kisaran periode 750-800-an Masehi. Perkiraan ini didasari tidak lain oleh perbandingan jenis aksara yang digunakan. Sedangkan nama Syailendra akhirnya muncul dan digadang sebagai pendiri candi karena masa pemerintahannya yang sesuai dengan rentang waktu perkiraan tersebut.

Pembagian Zona Candi Borobudur

Tempat suci bagi umat Buddha ini memiliki gaya Mandala yang merefleksikan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Bila dilihat dari atas, terlihat bahwa struktur bangunan berbentuk bujur sangkar dengan empat pintu masuk di setiap arah mata angin. Titik pusatnya sendiri berbentuk lingkaran berundak dengan stupa besar di bagian puncaknya.

Sementara itu, bila dilihat dari sudut luar ke dalam, wisata Candi Borobudur terbagi menjadi dua bagian, yakni alam dunia dan alam Nirwana. Lebih rinci, alam dunia sendiri masih terbagi atas tiga zona:

Kamadhatu

Zona ini menggambarkan alam dunia yang terlihat dan sedang dialami manusia saat ini. Sebanyak 160 relief yang dibuat menjelaskan tentang karmawibhangga sutra alias hukum sebab akibat. Sifat dan nafsu manusia yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari pun tertuang dalam relief ini seperti fitnah, memperkosa, membunuh, menyiksa, dan merampok.

Rupadhatu

Zona ini menggambarkan alam peralihan, yakni ketika manusia telah dibebaskan dari segala urusan dunia. Total, ada 328 patung Buddha dengan relief di setiap ukirannya. Sebanyak 1.300 relief ini pun terbentang cukup panjang sejauh 2,5 km dengan jumlah panel 1.212.

Arupadhatu

Zona ini merupakan alam tertinggi sekaligus rumah Tuhan. Oleh karena menjadi area kesucian yang paling tinggi, tidak ada ornamenmaupun hiasan yang ada di sini.

Lokasi dan Rute Menuju Candi Borobudur

Wisata Candi Borobudur dapat dijangkau dari beberapa destinasi wisata favorit di kawasan Jawa Tengah. Dari Yogyakarta, jarak yang ditempuh hanya sekitar 40 km ke arah barat laut. Sementara itu bila bertolak dari Solo dan Semarang, masing-masing hanya terpisah sejauh 86 km ke arah barat dan 100 km ke arah barat daya.

Untuk menuju lokasi candi, Anda bisa menggunakan kendaraan umum seperti bus. Bila berangkat dari terminal di Yogyakarta, pilih saja bus jurusan Borobudur. Sementara bila bertolak dari Semarang atau Solo, pilih bus jurusan Jogja/Magelang, lalu lanjutkan dengan menaiki bus jurusan Borobudur. Ukuran bus ini relatif lebih kecil dibandingkan bus AKAP. Biaya yang perlu dikeluarkan pun tidak terlalu besar, hanya sekitar Rp10.000,00 dengan estimasi perjalanan normalnya satu jam. Begitu tiba di Terminal Borobudur, lanjutkan saja perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan tradisional seperti becak atau dokar.

Opsi lain yang lebih praktis adalah menggunakan kendaraan pribadi. Dari pusat kota Yogyakarta, pilih jalur menuju Jalan Magelang. Melalui rute menuju Terminal Jombor, bergerak saja ke arah utara sejauh sekitar 40 km sampai menemui Tugu Bambu Runcing Muntilan. Tidak jauh dari tugu, Anda akan mendapati pertigaan Palbapang. Ambil saja arah kiri dan teruskan perjalanan sekitar 10 km.

Tiket Masuk dan Fasilitas Candi Borobudur

Untuk menikmati keagungan Candi Borobudur, pengelola menetapkan tarif berbeda untuk setiap kategori pengunjung. Bagi wisatawan domestik yang berusia di atas 10 tahun, masing-masing dikenai biaya sebesar Rp40.000,00, sedangkan yang berusia antara 3 sampai 10 tahun dikenai biaya sebesar Rp20.000,00. Sementara itu, harga tiket masuk untuk wisatawan asing adalah mulai dari Rp210.000,00.

Area wisata yang luas ini sebenarnya tidak hanya berupa candi. Bahkan, ada tiga museum yang bisa didatangi saat Anda menjejakkan kaki ke kompleks Candi Borobudur. Tentu saja, fasilitas seperti toilet dan mushola juga tersedia di sini.

Nah, demikianlah informasi mengenai wisata Candi Borobudur, candi peninggalan Buddha terbesar di dunia. Tertarik untuk berkunjung?
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel